Kamis, 19 Mei 2016

Cerpen: Guardianteli (Pesan Jaga Pohon)

Google
Dunia benar-benar kacau selama dua puluh tahun terakhir ini. Jika dilihat dari Planet Mars maka tak ada lagi sepetak hijau yang melekat. Biru menguasai Bumi. Dua puluh tahun silam es mencair serentak, Kutub Utara dan Kutub Selatan berkolerasi, air laut pasang, menenggelamkan daratan, hanya tersisa secerca hijau yang masih pula menyisakan kehidupan bagiku dan penduduk Bumi lain yang masih bertahan.
Di Bumi sekarang ini terbagi tiga golongan besar manusia. Manusia pelindung, perusak dan manusia tak acuh yang hanya menggantungkan hidup pada nasib. Apa yang kami lindungi, rusaki atau bahkan ditak acuhkan saja? Adalah secerca hijua itu, pohon Tree Of Life. Aku adalah kaum pelindung pohon agung itu.
Bersama dengan kawanku sesama pelindung, kami tinggal tepat melingkari pulau yang disinggah akari oleh Tree Of Life, Pohon Kehidupan. Rumah-rumah sekarang kurang lebih dapat disebut ‘Rumah Perahu’ karena mengapung dengan anggun di lautan luas. Tanah subur benar-benar raib, tak ada tempat untuk mematoki tiang pusar rumah. Sekarang malah lautan menjadi tak beraturan karena ulah perusak dan penduduk tak acuh yang hanya mementingkan kehidupan pribadi.
Tree Of Life adalah satu-satunya penghasil oksigen di muka Bumi ini. Khusus dipersembahkan untuk kami para warga Bumi. Benar-benar Pohon yang telah diberkahi oleh Tuhan. Tapi entah mengapa Si Perusak itu malah ingin menghancurkan sumber esensial itu, bukannya mereka juga akan mati nantinya jika pohon itu tumbang tak menghasilkan oksigen? Entah dimana mereka menyimpan otak.
Tapi semua itu tak apa, aku bangga dengan gelarku yang selalu disebut bersama namaku, Guardianteli. Singkatan dari Guardian Of ‘Tree Of Life’, Penjaga Pohon Kehidupan. Sedang namaku sendiri berasal dari bahasa Arab, kata dasar Ard berarti Bumi. Jadi kurang lebih sempurna namaku bermakna Bumi Penjaga Pohon Kehidupan. Bumi sendirilah yang harusnya melindungi semua pohon-pohon hijau terdahulu, namun manusia lebih rakus lagi menghancurkan Bumi. Sekarang tinggalah aku Si Bumi kedua, Ardan Guardianteli.
***
Tugas kami para Guardianteli adalah menjaga Tree Of Life dengan rapi. Tak pernah boleh terjadi pertempuran di pulau kecil itu. Satu daun muda yang jatuh, maka menghilangkan satu hektare oksigen di bumi. Maka jika kaum Perusak menyerang, maka kami harus memancing mereka menjauh dari pohon. Pertempuran kami lakukan di bawah laut. Kehancuran Bumi membuat kami berevolusi dapat bernapas lebih lama dalam air.
            Dua hari kedepan adalah hari yang kami damba, adalah hari dimana Bumi telah mengalami 21 tahun dalam fase kerusakan fatal. Saat itulah bibit Tree Of Life yang pertama akan tumbuh, membawa harum semerbak serta harapan yang menumpuk. Bibit itu kemudian akan kami jatuhkan tepat pada titik khatulistiwa, dan akan tumbuh menjadi pulau yang baru bersama Tree Of Life yang kedua. Jadilah Bumi ini akan mendapat mahkota kedua. Begitulah yang akan terus diwarisi generasi kami, menunggu selama 21 tahun untuk memperoleh bibit baru, sampai bumi dipenuhi hijau kembali, benar-benar perjuangan.
            “Hei! Itu kaum Perusak!” Ramiro berteriak keras, membuyarkan hayalanku tentang dua hari kedepan. Ia menunjuk sebelah timur samudra, terlihat buram mereka melaju kencang dengan perahu inovasi kami yang telah mereka curi. Semakin terlihat jelas wujud mereka, tiga perahu besar. Dua perahu berbendera merah, dan satunya lagi... apa maksud Kaum Tak Acuh berbendera putih itu?
Tanpa pikir panjang, tangan kami sudah mencekal papan kayu, tombak, parang, panah, bahkan pistol bawah air yang siap menembus hati sempit mereka. Beberapa kawan lain juga sudah membimbing perahu untuk berlayar. Dengan gagah, Mento mengibarkan kain hijau. Kami siap bertugas.
Deburan ombak menjawab semangat kami, suara mesin ramah lingkungan terdengar ramah, namun tak seramah ketika bertempur melindungi pusat kehidupan yang mulai sekarat. Kami harus cepat, jarak kami dari pulau inti harus sekitar satu kilometer, tak boleh satupun bahan kimia yang boleh mencolek Tree Of Life. Rentan sekali.
Pertempuran sengit terjadi begitu saja, tanpa naskah ataupun latihan. Segera kuceburkan diriku ke dalam air, sementara yang lain bertahan beberapa menit untuk menghalau serangan, kemudian menyusul selam. Belum satu menit terbelenggu air, kaum perusak juga menyeruak permukaan air. Mereka mulai menembaki kami dengan peluru timah yang asal saja, karang-karang berhamburan, ikan-ikan melarikan diri mencari tempat lindung, benar-benar menjengkelkan mereka. Daratan sudah hancur, apa mereka juga hendak membinasakan laut? Mataku berapi, serasa hawa laut memanas. Kugerakkan kakiku dengan cepat arah vertikal, aku menjemput peluru mereka, meliuk bagai duyung, menghindar, tangan kanan memegang tombak, kuhempas tongkat mata runcing dengan beringas, tepat mengenai perut Marvent, putra Ketua Kaum Perusak.
“Bagus Guardianteli! Lakukan terus! Masih banyak dari mereka” Kapten Terre berteriak menyemangati, sudah jatuh tujuh musuh. Benar-benar sukses pertempuran kali ini. Betapa tidak, sisa dua hari lagi puncak kehidupan akan bertambah tinggi. Bibit Tree Of Life. Tak akan kami biarkan harapan itu hancur. Semakin ganas kami menyerbu, peluru-peluru mereka ditembak ganas pula, namun kami lebih terlatih, liak sana-liuk sini, mudah kami menghindar, lantas bila target sudah mengempuk, segera kami tikam, tembak atau sekadar memukul.
“Kau sudah tak bisa apa-apa lagi Tuan Perusak” ancam Kapten Terre pada Ibil, ketua Kaum Perusak. Ibil tak takut, malah sekarang tersenyum sinis di atas perahu. Ia tertawa bahak, sangat gembira terdengar.
“Dimana urat rasa kalian? Tak merasakan napas kalian tersenggal sekarang?” ia menyembur pertanyaan aneh, meski memang napas kami susah terkontrol, “Dan juga tak sadar dengan raibnya kapal Kaum Tak Acuh?” ia melanjutkan.
Kami seperti tersetrum, baru menyadari keganjilan yang kami hiraukan. Kemana gerangan kapal bendera putih itu? Lalu mengapa napas kami terengah-engah seperti ini? Entah, Ibil benar-benar menanam pohon tanya pada kami.
“Tree Of  Life kalian akan binasa!” Ibil bersuara tiba-tiba, segera membuncahkan rasa takut.
“Tidak mungkin!” teriak Kapten.
“Dasar bodoh, kalian pikir buat apa kami menyerang tembak saja tidak menombak atau minimal berenang ke arah kalian untuk memukul?” Ia diam, menunggu reaksi, “Kami mengulur waktu kalian. Sekarang Kaum Tak acuh dungu itu mungkin sudah setengah kerja, menyisakan setengah diameter batang Tree Of  Life. Tinggal beberapa menit lagi pohon itu akan tumbang menghanguskan oksigen kalian.”
“Ah! Diam kau!” teriakku sambil membidik jantungnya, tombakku telak menembus jantungnya. Aku tersenyum jemawa melihatnya kesakitan memegang tombak yang sudah tertancap. Namun bukan darah yang mengalir keluar, kepulan asab yang bermunculan. Ia kembali tertawa, tertawa yang menjengkelkan. Dengan mudah ia menarik tombak, membuat kepulan asap bertambah pekat. Sedetik asap hilang menyisakan dada kiri yang masih utuh, hanya baju yang sobek. Kami terperangah, sihir macam apa yang dianut Ibil ini?
“Sudah kuduga sejak lama, kau adalah Iblis terkutuk!” Kapten Terre berucap pasti. Yang diteriaki memasang wajah bangga.
“Maksud Kapten?” aku memecah balon tanya. Kapten Terre tak menjawab, tetap menatap marah Ibil yang dianggapnya Iblis.
“Tak ada waktu para Pelindung! Segera kembali ke pusat Tree Of Life! Tak ada gunanya mengurusi Iblis bertubuh manusia itu” Kapten segera berbalik badan mengunyah daun kering Pohon Kehidupan. Itu pertanda kondisi darurat. Daun  kering itu sangat langka, hanya jatuh setiap satu tahun sekali dan hanya boleh digunakan pada keadaan terpaksa. Kami ikut mengunyah daun kering. Segera badan kami dipenuhi stamina. Kupijakkn kakiku pada permukaan air, lantas tanganku cepat ku ayun ke belakang seperti hendak berlari. Maka melesatlah tubuhku seperti mengendarai ski air. Begitulah salah satu kekuatan daun kering itu, membuat kami dapat berjalan dan melesat cepat di atas air.
“Sebenarnya apa yang  terjadi Kapten?” aku berhasil menyamakan posisi dengan Kapten Terre.
“Kau tau Ardan? Sudah sejak lama aku menduga kedok Ibil itu. Tidak mungkin manusia berakal ingin menghancurkan Pohon yang menyediakan mereka oksigen,” Kapten terdiam sejenak,” karena Ibil bukan manusia, dia Raja Iblis Khatulistiwa. Raja dari segala raja Iblis di dunia paceklik. Selama hidup ia terus meracuni pikiran manusia, terutama manusia Tak Acuh. Sebenarnya dulu tidak ada golongan penghancur, namun berkat ulah Ibil beserta bala tentaranya ia mencipta partai baru, Kaum Penghancur. Kaum itu adalah himpunan manusia tak acuh yang sudah menghitam hatinya, tak menyisakan titik putih karena racun goda yang sudah berlumur.”
“Lalu mengapa Ibil tidak menggoda kita saja?” aku mendaftar pertanyaan kedua.
“Karena kita adalah Guardianteli, kaum yang dekat dengan Pohon Suci yang diberkahi. Ibil tak dapat meracuni kita atau bahkan untuk sekadar meneteskan racun itu, tubuh kita otomatis melindungi. Kau pasti tidak pernah melihat Ibil mendekati kita dengan jarak satu meter bukan? Karena ia akan merasa panas bila berada lebih dekat dengan para Pelindung, bila kau memeluknya maka seutuh tubuhnya akan terbakar. Dan kau bisa lihat sediri, saat kita berbalik ia tidak mengerjar ” aku tekesiap, memang Ibil tak mengejar, bahkan malah lenyap bersama asap hitam.
“Tak ada gunanya memikirkan Iblis itu. Segera percepat diri, dunia sudah diambang mati” Kapten menyudahi percakapan.
            Aku mengerti, kukencangkan lagi lajuku. Disana sudah terlihat Tree Of Life, tampak bergoyang-goyang daun rimbunnya. Aku tak dapat membayangkan kemungkinan terburuk. Manusia dapat seketika musnah begitu Pohon itu jatuh. Sepersekian menit kami tiba di pesisir pulau. Kaum Tak acuh menggerakkan kiri-kanan sebuah logam datar, mereka menggergaji batang Tree Of Life.
“Hentikan kaum bodoh!” Aku sudah berteriak lebih dulu, benar-benar membara amarahku. Namun mereka malah tak acuh denganku. Ah, benar-benar kaum tak berguna. Kapten Terre tak memperhatikan kejengkelanku, lantas turun lebih dulu menapaki tanah, segera mencekal batang tubuh mereka. Orang-orang berkulit abu-abu itu membalas dengan memutar badan dengan lincah, tampaknya mereka sudah dilatih lebih dahulu sebelum beraksi. Genggaman tangan Terre terlepas. Belum sempat mengembalikan posisi tubuh, Terre ditendang kencang kebelakang.
Hal tersebut membuat kami geram. Aku dan yang lain sudah mengangkat tombak, mengincar jantung mereka. Tombak terhempas. Sia-sia, mereka menghindar. Aduhai, obat apa yang dirasukkan dalam diri mereka. Sekarang mereka malah memungut tombak kami, lantas membelah udara dengan batang tembaga itu. Bahuku tergores, perih. Sementara Nidri, putri perkasa Kapten Terre tertusuk tepat di perutnya. Darah mengucur sudah, hatiku kian sesak.
Kaki kami terus melaju, mendekati Kaum Tak Acuh. Tak ada senjata, tak apa. Gunakan apa yang ada, walau itu hanya sengenggam udara. Perang tak dapat dibendung. Kali ini bukan pertempuran bawah laut. Baru pertama kalinya bumi ini mendapati pertempuran darat setelah hampir 21 tahun mengalami kehancuran. Benar-benar hari ini menjadi penentu.
Benar-benar tak ada harapan lagi jika Tree Of Life musnah. Teriakan-teriakan dan bunyi benturan tangan menyertai perjuangan kami. Tak kami biarkan penungguan kami sia-sia begitu saja. Aku mulai tahu teknik kelahi mereka. Baik, akan kugunakan cara ini. Kuberikan kode kepada yang lain, bahasa telepati Kaum Pelindung. Mereka mengerti. Kami membiarkan mereka terus menuruti hasrat memukul. Gesit kami menghindar, seperti kadal pohon yang tetap lincah kendati pijakan pohon tiada. Lalu jika tangan kulit abu-abu itu mendekati samping telinga, segera muncul sifat ganas kami, menggigit tangan mereka, menyebarkan liur racun hasil kunyahan daun kering Pohon Kehidupan.
Mereka memundurkan langkah, mengenggam lengan mereka. Sudah terlambat, mereka akan binasa. Mereka berlutut, merunduk, seolah memeluk sakit.
“Jangan percaya Guardianteli!,” Kapten Terre berteriak tiba-tiba, sembari menghindar dari pukulan musuh lain, “itu kamuflase, mereka menjalarkan racun dari dalam tanah. Cepat ludahi tanah di sekitar kalian” Kapten memerintah. Kami mengikut saja. Terciptalah asap hitam ketika kami meludahi hamparan tanah sekitar, hampir kami mati perlahan. Itu adalah racun pamungkas Kaum Tak Acuh. Mereka dapat mengalirkan racun ke beberapa medium. Lantas mengapa racun kami tak mempan?
Belum sempat kami meretas tanya, Kaum Tak Acuh mulai menyemprotkan serbuk ungu. Racun kedua dengan medium udara. Benar-benar, Pohon Kehidupan akan bertambah sakit dengan semua bahan kimia ini. Kami hanya dapat menahan napas, dan tak henti terus melakukan penyerangan. Kami maju, namun bertarung dengan napas yang tertahan dan terengah membuat kami kewalahan. Uronas yang begitu semangat kini tumbang, serbuk itu berhasil menggerogoti pernapasannya. Satu demi satu para Pelindung jatuh merangkul harapan besar, selamatkan bumi ini.
Aku sudah tak tahan, aku mulai terbatuk lantas dijatuhi tendangan dari salah seorang musuh. Terlemparlah tubuhku. Apakah sekarang adalah giliranku? Kapten Terre tiba-tiba saja mencium kepalaku, aku tahu itu. Adalah penyaluran beberapa usia hidup. Darahku mulai menormal, suhu tubuhku mulai seimbang, dan tentu gerakanku akan lebih gesit lagi. Aku menatap Kapten Terre.
“Kenapa kau melakukannya Kapten?” kukirim telepatiku.
“Karena sesuatu hal besar ada pada dirimu” Kapten Terre tersenyum menjawab. Ia kemudian menghirup seluruh serbuk ungu itu. Kembali bening udara. Ia bejalan tersuruk mendekati Tree Of Life. Dapat kulihat jelas wajahnya. Wajah yang menampung beban yang teramat sakit. Cairan bening mengalir dari ceruk matanya. Tidak pernah ada sejarahnya Kapten Terre menangis. Kapten yang berambut hitam diselingi putih tersebut mulai membentangkan tangan, seolah memasrahkan diri. Jelas, Kaum Tak Acuh seketika berhasrat menyerang. Mereka memajukan ujung tombak dengan beringas pada tubuh Kapten, aku dan yang lain berusaha berdiri, hendak membantu, namun entah tubuh kami seperti membeku.
Tertusuk sudah tubuh Pemimpin kami, ujung-ujung tombak tampak menyembul dari tubuhnya. Aku menatap bisu, mulutku menganga kaku. Pemimpin kami dibunuh dengan ganas. Tapi kapten tak mengubah posisi, tetap membentangkan tangan. Sedetik-semenit kami dapat merasakan sakit Kapten Terre, sakit hati jikalau kehilangan satu-satunya pohon dan tentu sakit tertusuk tiga tombak dari tiga arah. Di tengah terjangan sakit, Kapten masih sempat menengok kami sambil menyemburatkan senyum simpul. Aku tak sanggup melihatnya. Lihatlah Kapten seperti pendosa yang dihukum mati.
Entah, tiba-tiba saja cahaya seperti terbit di tubuh Kapten Terre, begitupula dengan Tree Of Life. Kaum Tak Acuh mengaduh kesakitan, teramat sakit terdengar. Sebentar sekali peristiwa itu. Tubuh anggotan Kaum Tak Acuh seperti raib, tidak menyisakan bekas. Lantas cahaya itu gegas menyebar memenuhi seluruh jarak pandang kami. Silau namun menenangkan jiwa. Aku mendapat telepati, jenis telepati yang amat langka.
“Kau tahu nak, tidak sedemikian rupa aku menyalurkan setengah umurku padamu. Demikian bukan hanya usia dan energi  yang tersalur, namun sekaligus darah pemimpin baru. Seharusnya pergantian pemimpin terjadi setelah munculnya benih. Tak akan ada anggota dari kaum kita yang akan dapat memimpin sebelum bibit pertama muncul. Namun ini semua di luar rencana. Dan aku melihat hal yang lebih besar darimu daripada kawanmu yang lain bahkan diriku sendiri. Maka kuberi kau darah pemimpinku, hal besar darimu itu sudah cukup untuk membantumu memimpin, maka kupilihlah dirimu wahai Ardan. Orang tua ini harus menghilangi, TAPI TETAP DI SINI.”
Habis telepati itu, cahaya menyusut cepat pada satu inti titik ditengah pulau, lantas dengan cepat kembali menyemburkan butir-butir cahaya yang indah. Membawa kedamaian dan ketenangan. Mataku basah haru, lihatlah di pusat pulau! Tree Of Life tetap menegak dengan gergaji besar dan tombak yang berserakan di sekitarnya. Tak habis pikir diriku, perjuangan kami tidak sia-sia. Kawan lain segera menghambur saling peluk, mengacak rambut sebagai tanda kegembiraan. Tak terkecuali diriku, Mento dan Ramero melepas gembira. Kuacak keras rambut ikal Mento. Kami bersuka ria.
Di balik itu semua, keanehan masih menggantung. Kaum Tak Acuh tak menyisakan jejak walau sebatas bau amis mereka. Begitupulah Kapten Terre. Aku masih rabun fakta, apa maksudnya ‘orang tua ini harus menghilangi, tapi tetap di sini.’ Apakah Kapten Terre menjelma bagian Tree Of Life yang  hilang karena digesek logam raksasa? Terkaanku benar-benar luar akal.
“Kau sudah dapat telepati Ardan?” tanya Romero yang memperbaiki rambut panjangnya, telah dililit kayu kecil oleh Mento.
“Yah, dan sepertinya kalian juga,” aku menarik napas, “Ro, aku ingin meyakini bahwa bagian Tree Of Life yang digergaji itu benar-benar adalah tubuh dan nyawa Kapten,” lanjutku. Tampak wajah Remero memaklumi.
“Tak apa kau menerka. Yang terpenting kau yakin bahwa tentu kapten akan melakukan sesuatu yang bijak. Termasuk mengangkatmu sebagai penggantinya” Romero mulai meletakkan genggaman tangan kanan di dada kiri dan tangan kirinya memeluk perut secara bersamaan. Penghormatana khas Kaum Pelindung. Kawan lain mengikut. Suasana seorang pemimpin menyergapku. Aku akan memimpin para Guardianteli dalam penangguhan bibit pertama. Kami harus menunggu 21 tahun lagi.
Kaki senja mulai menapaki Bumi, kami mengelilingi Tree Of Life. Kami berikrar akan benar-benar melindungi Pohon Kehidupan beserta nyawa Kapten Terre didalamnya. Sore itu kami dikungkung haru. Harapan baru mulai menyala, kami rajut semangat. Duhai waktu, jalankan cepat 21 tahunmu.


Minggu, 15 Mei 2016

Contoh Bab Pendahuluan pada Karya Tulis Ilmiah

sumber: https://cahkebumen89.files.wordpress.com/2012/03/pen.jp
Dalam pembuatan karya ilmiah, tentu terdapat beberapa kesulitan yang dialami oleh peneliti. Salah satu cara agar lebih memahami proses pembuatannya adalah dengan melihat contoh secara langsung dan mengamati dengan teliti contoh tersebut. Bab Pendahuluan merupakan bab pertama dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI). Berikut contoh bab pendahuluan sebagai bahan pembelajaran bagi yang hendak membuat KTI, selamat membaca! Salam Peneliti Muda!



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lingkungan merupakan tempat bersosialisai makhluk hidup termasuk manusia. Lingkungan memiliki peranan penting dalam menunjang kenyamanan hidup manusia karena di lingkungan itulah manusia memperoleh segala kebutuhan hidup. Menurut KBBI lingkungan hidup adalah “kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.” Dalam pengertian tersebut terdapat kalimat yang menyatakan bahwa lingkungan hidup mempengaruhi kesejahteraan manusia. Maka dari itu tentu kualitas lingkungan juga mempengaruhi kualitas kesejahteraan hidup manusia.
Lingkungan pada umumnya terbagi menjadi dua jika menyangkut kualitasnya. Lingkungan dengan kualitas buruk dan lingkungan dengan kualitas baik. Kualitas dalam hal ini ialah seberapa besar terjaganya kealamian lingkungan tersebut atau seberapa bagus pengaturan lingkungan tersebut. Penataan tersebut dilakukan sedmikian rupa dengan memperhatikan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan tersebut serta menyeimbangkannya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, lingkungan digunakan untuk mengembangkan kemajuan dan lingkungan malah dipinggirkan karena teknologi maju hasil garapan sumber daya lingkungan tersebut. Akibatnya timbul suatu masalah yang disebut dengan global warming atau pemanasan global.
Global warming timbul karena kelalaian dalam penjagaan lingkungan. Pembanguna rumah kaca, pendirian pabrik-pabrik, pembakaran hutan, asap kendaraan, serta sampah menjadi beberapa penyebab global warming. Pemanasan global menimbulkan banyak dampak buruk bagi lingkungan. Beberapa dampak buruknya ialah suhu bumi semakin meningkat, pencairan es di kutub, perubahan iklim dan sebagainya. Bahkan menurut Dadang (2008:27), kemungkinan di tahun 2070 akan banyak pulau-pulau kecil di Indonesia yang tenggelam oleh air laut karena pencairan es kutub. Maka dari itu perlu dilakukan pelestarian yang bermutu sebelum bencana besar tersebut melanda anak cucu kita nanti.
Salah satu penyebab pemanasan global yang masih saja menjadi masalah klasik adalah sampah. Jumlah penduduk yang semakin meningkat membuat kebutuhan bertambah banyak. Sisa dari pemakaian kebutuhan tersebut dikatakan sampah, maka otomatis sampah menjadi berlimpah seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdaftar sebagai negara dengan jumlah penduduk yang banyak. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk di Indonesia di tahun 2016 kurang lebih sebanyak 258.705.000 jiwa. Tentu dapat disimpulkan bahwa keberadaan sampah di Indonesia terhitung banyak melebihi jumlah penduduk Indonesia tersebut karena kebutuhan manusia yang kompleks.
Akan tetapi masyarakat pada umumnya dalam mengurangi jumlah sampah, masih menggunakan cara tradisional dalam pengelolaan sampah, yakni dengan menimbun dan membakar sampah. Secara sekilas, sampah hilang dari permukaan dan cukup meredam bau serta pemandangan yang jorok. Akan tetapi tidak secara signifikan efek sampah itu hilang begitu saja. Sampah yang tertimbun tidak semua dapat dibusukkan secara cepat oleh bakteri pembusukan. Terdapat sampah yang butuh bertahun-tahun bahkan beratus-ratus tahun untuk menguraikannya. Akibatnya sampah yang lama terurai tersebut dapat mengurangi kesuburan tanah atau mengurangi kualitas air tanah. Sementara sampah yang dibakar dapat menyebabkan kandungan CO2 di angkasa meningkat yang berujung pada pemanasan global.
Maka dari itu perlu dilakukan pengelolaan sampah yang benar dan tepat. Ada banyak program-program pengolahan sampah baik yang dicanangkan pemerintah maupun perseorangan. Namun terdapat salah satu program yang digalakkan oleh Indonesia, lebih tepatnya Surabaya yang terbilang sukses, ialah pemilahan sampah. Sampah terdiri dari beberapa klasifikasi. Secara umum terbagi dua, sampah organik dan anorganik. Namun kemudian dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis lain. Beberapa negara telah berhasil melaksanakan program ini. Begitupun dengan beberapa daerah di Indonesia seperti Surabaya. Beberapa sekolahpun yang ingin menjadi adiwiyata school juga mulai menerapkan sistem pemilahan sampah. Khusus di Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone terdapat lima tong sampah dengan warna yang berbeda. Masing-masing warna mewakili jenis sampah. Warna merah untuk sampah logam dan produksi, kuning untuk sampah yang dapat dibakar, abu-abu jika sampah itu tidak dapat dibakar, bila sampah berbahaya ditempatkan di tempat sampah hitam dan biru untuk sampah makanan. Setelah memilah sampah yang tepat, barulah akan dilakukan proses selanjutnya (daur ulang) atau penanganan lebih lanjut mengenai sampah tersebut.
Kelima tong sampah tersebut sementara sudah digunakan oleh warga Athirah Bone maupun tamu yang berkunjung. Awal pengadaan tong sampah tersebut terdapat kesalahan penempatan kriteria sampah yang benar. Akan tetapi seiring ‘keseringan’ melihat tong sampah tersebut, lambat laun warga Athirah Bone mulai terbiasa dan cakap memilah sampah pada tempatnya. Menyangkut kemampuan siswa dalam memilah sampah tersebut, tentu terdapat tanggapan-tangapan mengenai keberadaan tong sampah lima warna tersebut.
Tanggapan atau persepsi menurut Wood (dalam Carisa, 2012) “persepsi merupakan proses aktif memilah, menata dan menafsirkan orang, obyek, kejadian, situasi dan aktivitas.” Keberadaan tong sampah lima warna bukan berarti hanya akan menimbulkan kebiasaan memilah sampah, namun juga pasti memunculkan persepsi berbeda dari masing-masing pelaku kegiatan. Meski misalnya saja 100% program tersebut berhasil, tidak menutup kemungkinan persepsi berbeda tidak muncul. Begitupun sebaliknya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian demi mengetahui lebih lanjut mengenai kualitas program tong sampah lima warna tersebut.
B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas, dapat ditarik rumusan masalah, yaitu bagaimana persepsi siswa Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone mengenai tong sampah lima warna?
C. Tujuan Penelitian
            Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone mengenai tong sampah lima warna.
D. Manfaaat Penelitian
            Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini ialah:
1.      Manfaat Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para peneliti lain yang mengangkat tema yang sama dan untuk pihak penyelenggara program tong sampah lima warna dapat mempergunakan hasil penelitian ini sebagai media pengembangan program tersebut.
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi siswa Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone, hasil penelitian ini dapat mengungkapkan persepsi-persepsi mereka mengenai tong sampah lima warna, sehingga siswa lebih dapat memperoleh penerapan program yang diinginkan.

b.      Bagi guru Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai tanggapan-tanggapan siswa mengenai tong sampah lima warna guna sebagai intropeksi program agar program nantinya dapat diperbarui.

Kamis, 12 Mei 2016

Resensi Novel Terbaru Tere Liye 2016, 'Hujan'

Walau sudah banyak yang memosting resensi buku terbitan 2016 ini, penulis merasa tak apalah ikut memosting pula resensi novel terbaru tere-liye ini. Semoga membawa manfaat. Cekidot!

Pahit-Manis Hidup Lail di Masa Depan
Judul Buku : Hujan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 978-602-03-2478-4
            Siapa yang tidak mengenal penulis nusantara, Tere Liye? Penulis berbakat yang karya-karyanya menjadi Best Seller Book serta  recommended bagi para penikmat sastra. Hebatnya, pria kelahiran 21 Mei ini adalah seorang akuntan yang hanya menjadikan menulis sebagai hobinya. Melalui hobinya tersebut tercipta mahakarya sederhana namun begitu nikmat ditelusuri kata-kata di tiap lembarnya.
Selain itu, karyanya yang penuh dengan pesan moral menjadikan karya perajut kata ini pantas ditransformasikan mejadikan audiovisual. Yah, diantara puluhan bukunya, beberapa telah diadopsi menjadi film. Seperti Hafalan Shalat Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, Bidadari-Bidadari Surga dan lain sebagainya. Dan mungkin saja buku terbarunya ‘Hujan’ juga dapat melejit menjadi film yang manis sekaligus memukau.
Buku terbitan Januari 2016 ini mengambil latar masa depan. Seutuhnya dalam buku ini menceritakan kisah hidup dari seorang gadis yang menjadi sebatang kara karena bencana superdahsyat, Lail. Namun nasib baik menyertainya, dalam perkiraan masa depannya yang buruk, datanglah Esok, anak laki-laki yang hanya beda dua tahun dengan Lail. Mereka pun tanpa ikrar tanpa kontrak sudah menjadi sahabat yang erat. Dimana ada Lail di situ ada Esok. Beberapa tahun kedepan, barulah mereka mengetahui hubungan mereka lebih dari sekedar sahabat.
Namun akhirnya, Lail dan Esok harus berpisah karena suatu sebab. Esok diangkat menjadi anak oleh seorang walikota, sementara Lail harus menetap di suatu panti karena orang tua serta kerabat yang tiada. Kisah hidup Lail tidak begitu saja suram sejak berpisah dengan Esok, dengan kehadiran Maryam, hidup Lail menjadi lebih berwarna. Apalagi dengan kesibukannya di organisasi relawan membuatnya dapat menahan rasa rindu.
Konflik besar terjadi saat Lail mulai merasa cemburu dengan Claudya yang merupakan adik tiri Esok. Di akhir cerita saat bumi benar-benar mulai rusak, di saat hujan enggan kembali turun. Kesibukan Esok terungkap jua, selama ini ia mengerjakan proyek perahu raksasa untuk mengungsikan penduduk manusia terpilih agar manusia nantinya tidak punah akibat bencana besar berikutnya. Esok mempunyai dua tiket sebagai manusia terpilih. Lail berprasangka bahwa Esok pergi bersama  Claudya dengan kedua tiket tersebut, lantas meninggalkannya yang telah berkorban untuk cintanya.
Karena frustasi, Lail pun memutuskan menghapus ingatannya tentang Esok dengan pengobatan yag super mutakhir. Di ruangan pengobatan tersebutlah semua cerita tadi berawal. Cerita tadi kurang lebih adalah ingatan ulang dari Lail yang harus menceritakan kembali secara detail tentang hidupnya untuk menghapus sebagian memorinya. Esok tidak mengetahui hal tersebut. Esok baru mendapat kabar buruk itu setelah proses penghapusan memori itu hampir selesai dan tidak boleh dihentikan sedikitpun. Lantas apakah yang terjadi? Akankah Lail melupakan Esok?
Lalu dimana letak penjudulan ‘Hujan’? Penulis mengambil judul ‘Hujan’ karena setiap kejadian penting dari kisah hidup Lail selalu terjadi bersama dengan turunnya hujan, entah itu hujan gerimis, hujan air, hujan asam, atau bahkan hujan abu vulkanik. Selain menceritakan tentang perjuangan hidup Lail, buku ini bisa dikata dapat mencolek kepedulian kita dengan Bumi dan sikap kita dalam menanggapi hidup. Di dalam cerita terjadi bencana besar, setelah terjadi bencana besar, bukannya bersatu memperbaiki kerusankan bumi, penduduk bumi malah melonjak egoismenya. Hanya peduli dengan kepentingan daerah masing-masing. Akibatnya munculnya bencana baru. ‘Bumi tanpa hujan.’
Buku ini mengajarkan kebahagiaan yang sederhana dengan tanpa unsur menggurui. Penulis begitu lihai merangkai kata, indah dibaca. Dengan menggunakan latar campuran, novel ini tidak membuat bingung penulis. Dan yang paling menyenangkan ialah di ending cerita. Akhir cerita tidak terduga, memukau dan manis.

Mengenai kekurangan, sulit ditemukan nilai minus dari buku karya tangan emas ini. Akan tetapi sehubung dengan judul , ‘Hujan’, saya rasa akan lebih ngena judul tersebut bila di ending cerita, hujan turun menyertai kejadian penting  bagi Lail dan Esok tersebut. Namun terlepas dari itu, buku ini begitu lezat dilidah-lidah pembaca, ending-nya menggugah perasaan. Cocok untuk dibaca semua kalangan.

Minggu, 24 April 2016

MAKALAH PENGENALAN SYI’AH SEBAGAI PERLINDUNGAN AKIDAH SUNNI

BAB I
PENDAHULUAN


A. Pendahuluan
            1. Latar Belakang
                        Agama adalah tatanan dan pengaturan mengenai keyakinan terhadap sesuatu yang supranatural. Sesuatu itu dipercaya dan diibadahi kurang lebih sebagai tanda terima kasih karena sesuatu itu diyakini sebagai pencipta alam semesta. Agama kemudian yang mengatur segala kehidupan penganutnya dengan keyakinan akan memperoleh kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun setelah meninggal.
Salah satu agama di dunia ini adalah Islam. Agama ini dipercya sebagai agama terakhir yang di turunkan oleh Allah Swt. melalui nabi dan rasul terakhir Muhammad Saw. Agama Islam berasal dari jazirah Arab, kemudian dilakukan dakwah oleh para ulama-ulama Arab maupun penduduk biasa seperti pedagang. Berkat dakwah tersebut Islam dapat tersebar di negara-negara lain selain negara asal. Di Indonesia sendiri, banyak teori yang mengemukakan proses masuknya Islam di Nusantara. Salah satunya teorinya mengatakan Islam dibawa dan diperkenalkan oleh pedagang Arab dan Gujarat.
Sunni adalah nama lain dari Islam yang masih terjaga kemurniannya. Sunni berasal dari kata sunnah, yang berarti mengikuti segala hal yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. Para penganut Islam sunni akan berpedoman pada sunnah-sunnah Rasul. Demikian membuktikan kemurnian dan keaslian Islam pada sunni, sehingga aliran ini adalah aliran paling bersih. Namun, seiring perkembangan zaman otak-otak manusia semakin kompleks berpikir dan berusaha menciptakan hal-hal dan fakta-fakta baru. Tidak terkecuali pada agama Islam. Agama Islam sekarang oleh para ulama yang tak jelas membuat aliran-aliran baru yang sangat bertentangan dengan Islam sesungguhnya (sunni).
Aliran yang saat ini sangat mencemaskan ulama Islam Indonesia maupun masyarakat adalah Syi’ah. Aliran ini sungguh bertentangan dengan Islam Sunni. Syi’ah lebih memuliakan bahkan menganggap derajat Ali bin Abi Talib lebih tinggi daripada Rasulullah Muhammad Saw. Aliran ini ekstrim mengkafirkan para sahabat-sahabat Rasulullah setelah khalifah Ali bin Abi Talib, yakni Abu Bakr, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan.
Akhir-akhir ini Syi’ah semakin gencar menyebar pahamnya di Indonesia. Beberapa yayasan, lembaga pendidikan, dan organisasi-organisasi terkenal lain merupakan bentuka Syi’ah untuk mendukung penyebaran pahamnya. Hal ini sungguh membuat masyarakat Islam Indonesia yang berpegang teguh pada sunnah Rasul (sunni) merasa resah. Oleh karena itu pada makalah ini akan dibahas tentang Syi’ah dan penyimpangan-penyimpangannya di Indonesia, agar asyarakat dapat mengenal dan mewaspadai aliran sesat tersebut.
2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana aliran Syi’ah itu bisa terbentuk?
b. Mengapa Syi’ah bisa masuk ke Indonesia?
c. Apa-apa saja penyimpangan-penyimpangan Syi’ah yang telah dilakukan di Indonesia?
3. Tujuan Penulisan
Makalah ini ditulis dengan tujuan membagi informasi tentang aliran sesat Syi’ah, agar masyarakat Indonesia dapat mengenali berbagai penyimpangan-penyimpangan Syi’ah sehingga masyarakat dapat mewaspadai dan menghindarai aliran Syi’ah tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Syi’ah
Belum diketahui secara pasti tanggal, hari maupun jam lahirnya Syi’ah. Namun ada yang menganggap Syi’ah lahir pada masa akhir kekhalifahan Usman bin Affan atau pada masa awal kepemimpinan Ali bin Abu Thalib. Pada masa itu terjadi pemberontakan terhadap khalifah Usman bin Affan, yang berakhir dengan kesyahidan Usman bin Affan dan ada tuntutan umt agar Ali bin Abu Thalib bersedia di baiat sebagai khalifah. Tampaknya pendapat yang paling populer adalah bahwa Syi’ah lahir setelah berakhirnya perundingan antara pihak pasukan khalifah Ali dengan pihak Mu’awiyah bin Abu Sufyan di Siffin yang lazi disebut sebagai peristiwa at-Tahkim. Akibat kegagalan itu sejumlah pasukan Ali menentang kepemimpinannya dan keluar dari pasukan Ali. Mereka ini disebut golongan khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali). Sebagian besar orang yang tetap setia kepada khalifah disebut Syi’ah Ali.
Istilah Syi’ah pada era kekhalifahan Ali hanyalah bermakna pembelaan dan dukungan politik. Syi’ah Ali yang muncul pertama kali pada era kekhalifahab Ali bin Abu Thalib, bisa disebut sebagai pengikut setia khalifah yang sah pada saat itu melawan pihak Mu’awiyah, dan hanya bersifat kultural, bukan bercorak akidah seperti dikenal pada masa sesudahnya hingga sekarang. Sebab kelompok setia Syi’ah Ali yang terdiri dari sebagian sahabat Rasulullah dan sebagian besar Tabi’in pada saat itu tidak ada yang berkeyakinan bahwa Ali bin Abi Talib lebih utama dan lebih berhak atas kekhalifahan setelah Rasul daripada Abu Bakr dan Umar bin Al-Khattab. Bahkan Ali bin Abi Talib sendiri, saat menjadi khalifah, menegaskan dari atas mimbar masjud Kufah ketika berkhutbah, “sebaik-baik umat Islam setelah Nabi Muhammad adalah Abu Bakr dan Umar.” Demikian pula jawaban beliau ketika ditanya putranya yaitu Muhammad Ibnu Al-Hanafiah seperti ynag diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalah shahihnya (hadits no. 3671).
Menurut Murtadha Mutahhari-ulama Syi’ah- “Ali bin Abi Talib adalah sahabta nabi seperti Abu Bakr, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan yang lainnya. Tetapi Ali lebih berhak, lebih terdidik, lebih saleh dan lebih berkemammpuan ketimbang para sahabat lainnya, dan bahwa Nabi sudah merencanakannya sebagai pengganti  beliau. Kaum Syi’ah meyakini Ali dan keturunannya sebagai imam yang berhak atas kepemimpinan politis dan otoritas keagamaan.” Dengan kata lain, mereka meyakini bahwa yang berhak atas otoritas spiritual dan politis dalam komunitas Islam pasca Nabi adalah Ali beserta keturunannya.
Sedangkan menurut Thabathabai, Syi’ah muncul karena kritik dan protes terhadap dua masalah dasar dalam Islam, yaitu berkenaan dengan pemerintahan Islam dan kewenangan dalam pengetahuan keagamaan yang meurut Syi’ah menjadi hak istimewa ahl al-bait.
Kendatipun persoalan imamah menjadi pokok keimanan Syi’ah, tetapi ternyata telah terjadi perbadaan dan perselisihan di kalangan firqah-firqah Syi’ah, terutama pada penentuan siapakah yang menjadi “imam”. Al- Hasan bin Musa an- Naubakhti, ulama Syi’ah yang hidup pada pertengahan abad ke 3 H hingga awal 4 H, dalam kitab Firaq as Syi’ah ( hal.19-109) telah menjelaskan perbedaan- perbedaan itu dalam beberapa bentangan periodik. Diantaranya, setelah Ali bin Abi Thalib wafat, menurut an- Naubakhti, Syi’ah terpecah menjadi 3 golongan:
Pertama, kelompok yang berpendapat Ali tidak mati terbunuh, dan tidak akan mati, sehingga ia berhasil menegakkan keadilan di dunia. Inilah kelompok ekstrim (ghuluw) pertama. Kelompok ini disebut Syi’ah as- Saba’iyah, yng dipimpin oleh Abdullah bin Saba’. Mereka adalah kelompok yang terang terangan mencaci serta berlepas diri (bara’ah) dari Abu Bakar, Umar dan Utsman serta para sahabat Rasulullah. Mereka mengaku Ali- lah yang menyuruh mereka melakukan hal ini. ketika dipanggil oleh Ali mereka mengakui perbuatannya. Hampir saja Ali memvonis mati terhadap Abdullah bin Saba’. Tetapi kerena pertimbangan beberapa orang, sehingga Ali hanya mengusir Abdullah bin Saba’ ke al- Madain.
Menurut an- Naubakhti, Abdullah bin Saba’ asalnya beragama Yahudi. Ketika masuk Islam, ia mendukung Ali. Dia lah orang pertama yang terang-terangan mengisukan kewajiban imamahnya Ali serta berlepas diri (bara’ah) dari musuh-musuhnya. Dijelaskan pula, bahwa ketika Abdullah bin Saba’ masih beragama Yahudi pernah mempopulerkan pendapat bahwa Yusa’ bin Nun adalah pelanjut Nabi Musa. Maka ketika masuk Islam, ia pun berpendapat bahwa Ali adalah pelanjut Nabi Muhammad. Faktor inilah yang membuat orang menuduh bahwa sumber ajaran Syi’ah berasal dari Yahudi.
Penjelasan an- Naubakhti ini sekaligus merupakan jawaban terhadap kalangan Syi’ah serta pendukungnya, yang mengklaim bahwa Abdullah bin Saba’ hanya tokoh fiktif, ciptaan kalangan Ahlus sunnah., yang sumber utamanya dari at- Thabary melalui satu-satunya jalur Saif bin Umar al- Tamimy yang dinilai dha’if.
Kedua, kelompok yang berpendapat, imam pengganti sesudah Ali bin Abi Thalib adalah puteranya, Muhammad bin al- Hanafiah, karena dia yang dipercaya membawa panji ayahnya, Ali, dalam peperangan di Bashrah. Mereka mengkafirkan siapapun yang melangkahi Ali dalam imamah, juga mengkafirkan Ahlu Shiffin, Ahlu Jamal. Kelompok ini disebut al- Kaisaniyyah.
Ketiga, kelompok berkeyakinan bahwa setelah Ali wafat, imam sesuadahnya adalah puteranya al- Hasan. Ketika al-Hasan menyerahkan khilafah kepada Mu’awiyah bin Abi Sufyan, mereka memindahkan imamah kepada al- Husain, sebagian mereka mencela al- Hasan, bahkan al- Jarrah bin Sinan al- Anshari pernah menuduhnya sebagai musyrik.
Tetapi sebagian Syi’ah berpendapat bahwa sesudah wafat al- Hasan, maka yang menjadi imam adalah puteranya yaitu al- Hasan bin al- Hasan yang bergelar ar- Ridha dari keluarga Muhammad. Menurut al- Isfahani, dia bersama Ali bin al- Husain Zainal Abidin serta Umar bin al- Hasan dan Zaid bin al- Hasan adalah cucu-cucu Ali bin Abi Thalib yang menyertai al- Husain dalam peristiwa Karbala dan selamat dari pembunuhan. Fakta historis ini sekaligus membantah informasi yang menyebutkan bahwa stu-satunya keturunan laki-laki Rasulullah SAW atau keturunan laki-laki Ali yang selamat dari pembantaian Karbala hanyalah Ali bin al- Husain Zainal Abidin saja.
Fakta historos tentang adanya perbadaan pendapat bahkan perselisihan internal Syi’ah pada setiap level imam ini, selain disebutkan oleh kalangan Syi’ah sendiri (an- Naubakhti) juga disebutkan oleh Fakhruddin Ar- Razi. Beliau menulis “ Ketahuilah bahwa adanya perbadaan yang sangat besar seperti tersebut di atas, merupakan satu bukti konkret tentang tidak adanya wasiat teks penunjukkan yang jelas dan berjumlah banyak tentang Imam yang Duabelas seperti yang mereka klaim itu.”
Selain adanya kecenderungan berselisih diantara sesama Syi’ah dalam menentukan imam, mereka juga saling mengkafirkan (takfir), serta adanya kecenderungan memberontak (khuruj). Abu Hasan al- Asy’ari, juga mencatat bahwa banyaknya perselisihan internal Syi’ah itu memunculkan tiga firqah Syi’ah yang besar, yang menyempal ke dalam 45 firqah.
Menurut Musa al-Musawi, salah seorang tokoh Syi’ah kontemporer, terjadinya penyimpangan dalam ideology Syi’ah karena munculnya klaim bahwa khalifah sesudah Rasulullah SAW adalah Ali Bin Abi Thalib berdasarkan Nash Ilahi, dan bahwa para sahabat, kecuali sedikit saja telah menyalahi nash ilahi membai’at Abu Bakr. Juga munculnya ideology bahwa iman terhadap imamah, seperti dalam konsep Syi’ah Itsna ‘Asyariyah adalah penyempurna Islam, ini semua terjadi sesudah diumumkannya al-Ghaibah al-Kubra (kegaiban permanen) dari imam ke-12 Syi’ah Itsna ‘Asyariyah.
Sampai dewasa ini, Syi’ah Itsna ‘Asyariyah (yang mempercayai DuaBelas imam) merupakan aliran terbesar Syi’ah. Aliran ini meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW telah menetapkan dua belas orang imam sebagai penerusnya, yaitu :

No
Nama
Wafat
1
Ali bi Abi Thalib
41 H / 661 M
2
Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib
49 H / 669 M
3
Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib
61 H / 680 M
4
Ali bin Al-Husain Zainal Abidin
94 H / 712 M
5
Muhammad bin Ali al-Baqir
113 H / 731 M
6
Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq
146 H / 765 M
7
Musa bin Ja’far al-Khazim
128 H / 203 M
8
Ali bin Musa ar-Ridha
203 H / 818 M
9
Muhammad bin Ali al-Jawwad
221 H / 835 M
10
Ali bin Muhammad al-Hadi
254 H / 868 M
11
Al-Hasan bin Ali al-‘Askari
261 H / 874 M
12
Muhammad bin al-Hasan al-Mahdi al-Muntazar
265 H / 878 M

B. Proses Masuknya Syi’ah Di Indonesia
            Memahami pergerakan Syi’ah di Indonesia tidak terpisah dari dinamika perkembangan Syi’ah di seluruh dunia. Keyakinan dan pemahaman serta ajaran yang dikembangkan menunjukkan suatu benang merah, meski tidak sepenuhnya monolitik karena terdiri dari berbagai sekte dalam kesatuan. Piramida di bawah ini menunjukkan visualisasi dalam sebuah skema cita-cita dan tujuan revolusi Iran yang termanifestasi dalam pergerakan Syi’ah di Indonesia. Piramida social movement diawali dengan proses pergerakan di bagian bawah piramida, menuju ke puncak piramida sebagai tujuan tertinggi, penerapan ajaran Syi’ah secara komprehensif melalui kekuasaan politik. Perhatikan skema berikut ini:
1.      Potensi Konflik Syi’ah dan Sunni di Indonesia
Mencermati konflik Syi’ah dan Sunni di Indonesia dapat dilakukan dengan mencoba memahami momentum sporadis relasi keduanya, baik terkait ajaran transendental (ruhiyyah), maupun muamalah kedua kelompok ini. Berikut ini beberapa catatan tentang momentum konflik secara kronologis :

1.      Pembakaran Ponpes Al-Hadi, Desa Brokoh, Wonotunggal, Kab.Batang Jawa Tengah 14 April 2000. Insiden ini mengakibatkan 3 rumah hancur 1 mobil dirusak, dan 1 gudang material bangunan dibakar massa. Kepala Humas Pemda Batang, Agung Prasetyo, mengatakan sebenarnya keberadaan Ponpes Al-Hadi ini sudah dilarang oleh Kajari Batang dengan surat tertanggal 3 April 2000. Larangan itu berdasarkan permintaan masyarakat yang tidak menghendaki adanya aliran Syia’ah. “Namun, tanpa ada koordinassi dengan Pemda Batang dan aparat terkait lainnya, pihak Ponpes Al-Hadi mendirikan cabang ponpes dan melakukan kegiatan di tempat itu”, katamya.
2.      Demo anti Syi’ah di Jawa Timur. Yaitu pada 24 Desember 2006 sehingga mnghancurkan 3 rumah, 1 mushallah , dan 1 mobil milik ketua IJABI setempat. Sebelumnya, pada pertengahan November 200, di Bondowoso terjadi kerusuhan sosial yang melibatkan komunitas Syia’ah. Konflik berawal ketika Kyai AM (Sunni) melakukan itjima’ pada majelis zikir rutin masyarakat Kec. Jmbesari Bondowoso. Bersamaan dengan itu, kelompok Syi’ah yang dimotori IJABI cabang Bondowoso dipimpin oleh Bakir Muhammad Al-Habsyi menggelar ritual doa Kumail,yang rutin dilakukan setiap malam Jum’at di Ponpes binaan Kyai Musawir.
3.      Pada 9 April 2007, Syiah di desa Karang Gayam, Kec.Omben, Kab. Sampang Madura ketika akan menggelar peringatan Mulid Nabi Muhammad ditentang oleh kelompok Aswaja yang berusha membubarkan acara tersebut. Massa Aswaja adalah penduduk lokal plus
Di tinjau dari perjalanann sejarah, syi’ah di Indonesia dapat dikategorikan dalam tiga generasi utama, yaitu generasi pertama, sebelum meletusnya Revolusi Iran tahun 1979, syi’ah sudah ada di Indonesia, baik Imamiyah, Zaidiyah maupun Isma’iliyah. Syiah saat itu belum terlalu mempunyai semangat dalam menyebarkan pahamnya. Generasi kedua, didominasi oelah kalangan intelektual, kebanyakan berasal dari perguruan tinggi. Tertarik kepada Syi’ah sebagai alternatif pemikiran Islam. Mereka lebih tertarik pada pemikiran Syi’ah daripada ritus-ritus atau fiqihnya. Genarasi ketiga, kelompok ini mulai mempelajari fiqih Syi’ah, terutama lulusan Qom di Iran. Bukan lagi sekedar pemikiran, merek cenderung berkonflik dengan kelompok lai, bersemangat misonaris yang tinggi dalam menyebarkan ajaran, dimensi intelektual sangat rendah, karena lebih subuk pada fiqih, cenderung memposisikan diri sebagi respresentasi original tentang paham Syi’ah dan atau sebagai pemimpin Syi’ah di Indonesia. Pada masa inilah Syi’ah mulai gencar menyebar pahamnya, bahkan membentuk yayasan, organisasi-organisasi untuk mendukung penyebaran ajarannya.
C. Penyimpangan-Penyimpangan Syi’ah
            1. Penyimpangan Faham Tentang Orisinalitas Al-Qur’an
                        Menurut seorang ulama Syi’ah al-Muhfid dalam kitab Awail al-Maqalat menyatakan bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini tidak orisinil. Al-Qur’an sekarang sudah mengalami distorsi, penambahan dan  pengurangan. Tokoh Syi’ah lain mengatakan dalam kitab Mir’atul ‘Uqul  Syarh al-Kahfi, menyatakan bahwa Al-Qur’an telah mengalami pengurangan dan perubahan.
Para ulama menyatakan dengan tegas bahwa Al-Qur’an yang dipegang dan diamalkan ummat Islam saat ini diseluruh dunia adalah asli, tidak ada pengurangan maupun penambahan. Allah swt langsung yang menjamin keaslian dan keterpeliharaannya dari tahrif (distorsi dan interpolasi) “sungguh kami yang telah menurunkan Al-Qur’an dan kami pula yang akan menjaganya” (Q.S. al-Hijr : 9 ). Keyakinan inilah yang menjadi prinsip yang dipegang seluruh ulama Islam.
2. Penyimpangan Paham Tentang Ahli Baid Rasulullah SAW dan Mengkafirkan Sahabat Nabi
Ni’matullah Al-Jazairi ( ulama’ Syi’ah) berkata “Bahwa sayidina Abu Bakr, dan Sayidina Umar tidak pernah beriman kepada Rasulullah SAW sampai akhir hayatnya. ” Tak puas sampai disitu, ia juga memfitnah Abu Bakr r.a “Telah berbuat syirik dengan memakai kalung berhala saat sholat dibelakang Nabi dan bersujud untuknya.”
Ulama Syi’ah lainnya, Al-Kulaini mengatakan, bahwa seluruh sahabat itu mrtad setelah Nabi SAW wafat, kecuali tiga orang, Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al Ghifari, dan Salman Al-Farisi. Sementara Al-‘Iyasyih dalam tafsirnya, dan Al-Majlisi dalam Bihar Al-Anwar, menyatakan bahwa meninggalnya Rasulullah SAW karena telah diracun oleh Aisyah dan Hafsah.
Dalam “Kitab Al-Tharah ”, pemimpin revolusi Iran,Al – Khumaini menyatakan bahwa “Aisyah”, Thalhah, Zubair,Mu’awwiyah,Khawarij dan orang – orang sejenisnya meskipu secara lahiriah tidak najis. Tapi mereka lebih buruk dan menjijikkan daripada anjing dan babi.
Sebagai bentuk at-taqarrub, tidak sedikit syiah yang mengemas pelaknatan sahabat dalam bentuk doa. Salah satunya adalah “doa dua berhala Qurasy”dalam kitab Al-Misybah yang ditulis oleh Syeikh Al-Kaf ‘ami. Doa yang ditujukan melaknat Abu Bakr dan Umar ini diyakini memiliki derajat yang tinggi dan merupakan dzikir yang mulia. Bahkan disebutkan pahalanya, jika dibaca saat sujud syukur, seperti para pemanah yang menyertai Nabi pada perang Badr, Uhud, Hunain dengan satu juta anak panah.
Jalaluddin Rakhmat menulis dalam bukunya, “berdasarkan riwayat dalam kitab al-ansab karya Maus’ab al-zubairi, disimpulkan bahwa Ruqayah dan Ummu Kulsum, istri Khalifah Utsman, bukan putri nabi Muhammad SAW.”
Secara khusus nabi Muhammad SAW menjanjikan dan menjamin syurga untuk sepuluh orang sahabatnya yang paling utama, Khulafa Rasyidun termasuk didalamnya. Dalam sebuah hadits disabdakarn, “sepuluh orang akan masuk syurga : Abu Bakr masuk syurga, Umar masuk syurga, Utsman masuk syurga, Ali masuk syurga, Thalhah masuk syurga, Az-Zubair masuk syurga, ‘Abdurrahman Bin Auf  masuk syurga, Saad masuk syurga, Said bin Zaid masuk syurga, dan Abu Ubadah Ibn al-Jarrah masuk syurga.”(H.R. Ahmad ,Tirmizi , Abu Dawud dan Ibnu Hibban). Seluruh sahabat adalah manusia yang mulia, sebab mereka telah mengikuti Rasul SAW dalam berdakwah, dan telah mengorbankan jiwa, raga dan harta demi agama Allah swt, sehingga ummat Islam menjadikan mereka suri tauladan setelah Rasulullah SAW.
Akidah Islam, sebagaimana dinyatakan Imam Abu-Ja’far At-thahawi (w.321 H), menuntut supaya, “kita mencintai para sahabat Rasulullah SAW dan tidak berlebihan dalam mencintai salah seorang mereka, kita tidak berlepas diri dari mereka. Kita membenci orang yang membenci mereka (para sahabat) dan yang menyebut mereka tidak baik. Kita tidak menyebut mereka kecuali dengan kebaikan. Mencintai mereka adalah agama, Iman dan Ihsan. Membenci mereka adalah kekafiran, kemunafikan, dan sikap melampaui batas.
3. Penyimpangan Paham tentang Kedudukan Imam Syi’ah
Ajaran Syi’ah mengatakan bahwa para imam mereka memiliki derajat yang lebih tinggi daripada Nabi dan Rasul . Imam Khumaini menyatakan bahwa, “Sesungguhnya Imam mempunyai kedudukan yang terpuji, derajat yang mulia, dan kepemimpinan mendunia, dimana seisi alam ini tunduk dibawh wilayah dan kekuasaannya. Dan termasuk para imam kita mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat muqarrabin atau pun nai yang diutus.”
Munurut Jumhur ulama Syi’ah, percaya kepada imamamh adalah salah satu pokok agama, jika seseorang tidak mengimani Imamah/Wilayah Ali dan keturunannya maka dia kafir kepada Allah. Al-Kulaini menyatakan, “Bermaksiat kepada Ali adalah kufur dan mempercayai orang lain lebih utama dan berhak dari beliau dalam imamah adalah syirik.” Al-Majlisi menulis dalam bukunya, “Sekte imamiah bersepakat bahwa sungguh orang yang mengiingkari imamah salah satu dari imam kami dan menolak kewajiban dari Allah untuk mentaatinya adalah kafir yang pasti kekal didalam neraka.”
            Syaikh Nawawi Banten berkata, “Rukun iman keempat adalah percaya kepada Rasul Allah. Mereka adalah hamba Allah yang paling utama.” Hal ini telah dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 86, yang artinya “Masing-masing para Rasul itu kami lebihkan derajatnya diatas semesta alam”.
Imam Al-Nasafi dan imam Sa’duddin Al-Taftazani berkata dalam kitabnya, “seorang wali tidak mungkin mencapai derajat para nabi, apalagi melebihinya.” Berdasarkan Al-Qur’an diatas jelas menunjukkan bahwa nabi memiliki kedudukan yang mulia dan memiliki derajat lebih tinggi dibanding manusia yang lain. Berarti Syi’ah telah menentang keyakinan umat Islam.
4. Penyimpangan Paham tentang Hukum Nikah Mut’ah
Menurut Syi’ah, nikah mut’ah boleh bahkan akan mendapatkan pahala yang besar. Ulama Syi’ah mengatakan bahwa nikah mut’ah (kawin kontrak) tidak perlu dipedulikan aoakah si wanita punya suami tau tidak. Boleh juga nikah munt’ah dengan pelacur.  Nuri Al-Thabarsi (ulama Syi’ah) menjelaskan bahwa dalam nikah mut’ah boleh dengan wanita bersuami asal dia mengaku tidak mempunyai suami. Ulama besar Syi’ah Al-Khumaini menjelaskan, bahwa boleh melakukan praktek anal sex dengan istri bahkan menurutnya, nikah mut’ah boleh dilakukan dengan bayi yang masih menyusui.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memfatwakan keharaman kawin mut’ah yang ditandatangani pada 22 Jumadil Akhir 1418 H/25 Oktober 1997 M. Menurut MUI penghalalan nikah mut’ah bertentangan dengan semangat dan esensi pernikahan seperti yang dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela (Qs. Al-Mukminun:5-6). Ayat itu menjelaskan bahwa hubungan kelamin hanya dibenarkan kepada wanita yang berfungsi sebagai istri atau jariah. Sedangkan wanita yang dinikahi dengan cara mut’ah tidak berfungsi sebagi istri atau sebagai jariah. Karena akad mut’ah bukan akad nikah, dengan alasan : 1) tidak salaing mewarisi, 2) Iddah mut’ah tidak seperti iddah nikah daim, 3) dengan akad nikah menjadi berkuranglah hak seseorang dalam hubungan dengan kebolehan beristri 4 (ta’addud), dalam mut’ah tidak kemudian, 4) dengan mut’ah, seorang laki-laki tidak dianggap sebagai muhshon karena wanita yang dinikahi dengan ara mut’ah tidak menjadikannay sebagi istri ataupun Jariah. Oleh sebab itu, orang yang melakukan mut’ah termasuk dalam firman Allah., “Barangsiapa mencari selain daripada itu, maka mereka itulah yang melampaui batas” (Qs. Al-Mukminun:7). Seluruh ulama empat madzhab telah bersepakat bahwa nikah mut’ah telah diharamkan.

TABEL PENYIMPANGAN AJARAN SYI’AH DARI AJARAN AHLU SUNNAH
NO.
PERIHAL
SUNNI
SYI’AH
1.       
Rukun Islam
1.      Syahadtain
2.      Shalat
3.      Puasa
4.      Zakat
5.      Haji
1. Shalat
2. Shaum
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah
2.       
Rukun Iman
1.      Iman kepada Allah
2.      Iman kepada Malikat-Nya
3.      Iman kepada Kitab-kitab-Nya
4.      Iman kepafa Rasul-Nya
5.      Iman kepada hari akhir
6.      Iman kepada Qodla’-Qadar
1. Tauhid
2. Nubuwwah
3. Imamah
4. Al-‘Adl
5. Al-Ma’ad
3.       
Syahadat
Dua kalimat syahadat
Tiga kalimat syahadat (ditambah menyebut 12 imam)
4.       
Imam
Percaya kepada imam-imam bukan rukun iman (imam tidak terbatas)
Percaya kepada 12 imam-imam mereka termasuk rukun iman
5.       
Khilafah
Khulafa’ Rasyidin adalah Khulafa’ yang sah
Khulafa’ Rasyidin selain Sayyidina Ali tidak sah
6.       
Ma’shum
Khalifah (Imam) tidak ma’shum
Para imam adalah ma’shum
7.       
Sahabat
Dilarang mencaci setiap sahabat
Mencaci para sahabat dan mengangggap para sahabat banyak yang murtad
8.       
Istri Rasul
1.      Sayyidah Aisyah sangat dihormati
2.      Para istri Rasul termasuk ahlul bait
1. Sayyidah Aisyah dicaci maki
2. Para istri Rasul bukan ahlul bait
9.       
Al-Qur’an
Tetap orisinil
Sudah diubah oleh para sahabat
10.   
Hadits
1.      Shahih Al-Bhukari
2.      Shahih Muslim
3.      Sunan Abi Daud
4.      Sunan At-Turmudzi
5.      Sunan Ibnu Majah
6.      Sunan An-Nasa’i
1.      Al-Kaafi
2.      Al-Ibtishor
3.      Man Laa Yahdhuruhu Al-Faqih
4.      At-Tahzib
11.   
Surga dan Neraka
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepafa Allah dan Rasulnya. Neraka untuk orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Surga untuk orang-orang yang cita kepada Imam Ali. Neraka untuk orang-orang yang memusih imam Ali
12.   
Raj’ah
Tidak ada akidah Raj’ah
Meyakini akidah Raj’ah
13.   
Imam Mahdi
Adalah sosok yang membawa keadilan dan kedamaian
Kelak akan membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah, serta ahlul bait yang lain. Selanjutnya membangunkan Abu Bakr, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa.
14.   
Mut’ah
haram
Halal dan dianjurkan
15.   
Khamar
Tidak suci/najis
Suci
16.   
Air
Air yang telah dipaki istinja’ (cebok) najis
Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) suci
17.   
Shalat
1.      Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri hukumnya sunnah.
2.      Membaca aamiin sunnah
3.      Shalat Duha adalah sunnah
1.      Meletakkan tangan kanan diatas tanga kiri hukumnya membatalkan shalat
2.      Membaca aamiin membatalkan shalat
3.      Sahalat Duha tidak dibenarkan




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Syi’ah merupakan aliran agama Islam yang sangat bertentangan dengan Islam yang sesungguhnya (sunni). Syi’ah memuliakan bahkan menganggap derajat Ali bin Abi Talib lebih tinggi daripada Rasulullah Muhammad Saw. Aliran ini ekstrim mengkafirkan para sahabat-sahabat Rasulullah setelah khalifah Ali bin Abi Talib, yakni Abu Bakr, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan. Banyak wilayah yang telah menjadi daerah penyebarannya, termasuk Indonesia. Masyarakat Indonesia yang berpegang pada sunni merasa resah dan terganggu dengan keberadaan paham sesat ini. Sungguh banyak penyimpangan-penyimngan yang dilancarkan Syi’ah. Salah satu yang paling terkenal adalah nikah Mut’ah (kawin kontrak). Pernikahan tersebut sungguh bertentangan dengan Islam sunni, bahkan dilarang keras. Karena hal tersebut sama saja dengan mempermainkan kesucian seorang wanita, padahal dalam Islam wanita sangan dijaga kesuciannya. Maka dari itu ulama-ulama Indonesia lebih gencar lagi untuk mengatasi masalah tersebut.
B. Saran
                        Akidah Islam sunni dan Syi’ah sudah sangat jelas perbedaannya seperti yang telah dijelaskan pada bagian pembahasan. Sudah jelas pula kesesatan pada aliran Syi’ah. Untuk itu mari kita hindari dan mewaspadai aliran tersebut karena sungguh akidahnya sangat bertentangan dengan apa yang dijelaskan Rasul besar kita Muhammad Saw. Semoga Allah Azza wa jalla melindungi kita dari pengaruh paham buruk Syi’ah.



DAFTAR PUSTAKA

Tim Penulis MUI Pusat (2014). Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia

Jengkel dengan Jerawat? Hindari 4 Kebiasaan yang Memperburuk Jerawat

sumber:  barusip.blogspot.co.id Pemuda-pemudi tentu sangat mengenal yang namanya jerawat. Betapa tidak, sedikit dari kaum muda yang b...