Marhaban
ya Dzulhijjah!
Alhamdulilah, amat patut kita
syukuri, hari ini merupakan akhir dari bulan Dzulqo’dah yang berarti akan dilanjutkan
dengan bulan Dzulhijjah. Untuk lebih jelasnya, mari lihat kalender Hijriah
berikut.
Berdasarkan kalender Hijriah-Masehi tersebut, 1 Dzulhijjah jatuh
pada tanggal 2 Sept 2016, yaitu setelah matahari tenggelam. Perlu diketahui
nih, hari baru pada penanggalan Hijriah itu dimulai pada tenggelamnya matahari.
Misalnya, hari ini hari Senin, terus pas nanti udah Magrib (matahari tenggelam)
berarti hari telah berganti Selasa. Berbeda dengan hari pada penggalan Masehi
yang dimulai pada terbitnya matahari.
Lalu apa istimewanya sih bulan Dzulhijjah? Kan sama saja dengan
berakhirnya bulan Agustus terus berlanjut ke bulan September di kalender
Masehi, sama saja kan? Cuma perpindahan bulan?
Hei! Jangan salah. Bulan Dzulhijjah
merupakan bulan yang dimuliakan oleh Tuhan Semesta Alah, Allah Swt. Di dalam bulan
Dzulhijjah ada banyak keutamaan yang disajikan Allah untuk kita. Lantas kenapa
sih Bulan Dzulhijjah disebut bulan yang mulia? Berikut penjelasannya.
1.
Bulan
yang Termasuk dalam Bulan Haram
Sebagaimana yang telah dijelaskan
dalam hadits berikut:
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ
السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ
حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ
وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Setahun berputar sebagaimana
keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua
belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya
berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah)
Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)
Bulan
Dzulhijjah termasuk di dalam bulan yang diharamkan Allah. Yaitu diharamkan
untuk berperang pada bulan itu maupun berbuat maksiat yang lain. Kata haram
disini dapat juga dimaknakan dengan mulia, suci, agung, atau penghormatan
sebagaimana penyematan kata haram pada Masjidil Haram. Untuk itu, yuk
maksimalkan kebaikan di bulan Dzulhijjah dan menjauhi kemaksiatan. Perang untuk
jihad fi sabilillah saja diharamkan dilakukan di bulan Dzulhijjah,
apalagi hal yang memang benar-benar membawa dosa.
2.
Allah Bersumpah Pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Sumpah Allah
mengenai bulan Dzulhijjah terdapat di surah Al-Fajr ayat 2, demi malam yang
sepuluh. Malam yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah malam 10 terakhir
Ramadhan, ada pula yang mengatakan 10
yang pertama dari Muharram. Dan tentu ada pula yang mengatakan 10 malam pertama
Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah termasuk dalam penafsiran ayat tersebut. Perlu
kita ketahui, jika Allah bersumpah pada ciptaannya, maka ciptaan itu mempunyai
keistimewaan. Maka barang tentulah bulan Dzulhijjah mempunyai keistimewaan yang
setara dengan 10 malam terakhir Ramadhan atau bahkan lebih (penulis tidak tahu
pastinya).
3.
Merupakan Hari-Hari yang Khusus untuk Berdzikir
Sahabat
Rasulullah, salah satunya Abu Hurairah, semenjak masuk 1 Dzulhijjah beliau ke
pasar sambil melafalkan dzikir Allahuakbar secara berjamaah bersama
sahabat-sahabat lainnya. Namun khusus untuk kita, kita dapat melakukannya
secara individual dan tanpa perlu dilisankan. Misalnya saja saat kita berjalan
menuju masjid, mengendarai kendaraan, atau mungkin juga di jeda-jeda istirahat
kita dapat berdzikir dalam hati.
4.
Di Dalam Dzulhijjah Terdapat Hari-Hari Istimewa
Hari istimewa
pertama yang terdapat di bulan Dzulhijjah ialah Hari Arafah yang jatuh pada 9
Dzulhijjah. Di hari ini kita dianjurkun berpuasa bagi yang tidak berhaji/umroh.
Sementara untuk yang berhaji/umroh diharamkan untuk berpuasa pada hari tersebut karena akan mengganggu
prosesi ibadah haji/umroh. Adapaun pahala yang didapat jika kita berpuasa Arafah
ialah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Masya
Allah, dengan puasa satu hari aja dapat ngehapus dosa dua tahun. So,
mari amalkan.
Hari
teristimewa kedua ialah Hari Raya Idul Adha yang jatuh setelah Hari Arafah, 10
Dzulhijjah. Di hari ini kita akan menggelar shalat sunnah Idul Adha di tempat
lapang seperti jalan, lapangan ataupun masjid. Di hari ini kita dilarang untuk
melaksanakan puasa. Dan anturan mainnya sebelum shalat Id adalah tidak boleh
makan, kalau sudah shalat baru boleh puas-puasin makan. Shalat hari raya ini
masuk kedalam hukum sunnah yang sangat dianjurkan. Jadi, bagi yang udah baligh
jangan lupa shalat Idul Adhanya yah!
Hari
selanjutnya sebenarnya dapat berlangsung juga di Hari Raya Idul Adha, yaitu
hari berkurban. Hari ini berlangsung selama empat hari, yaitu 10, 11, 12 dan 13
Dzulhijjah. Bagi Muslim/Muslimah yang mampu, dapat berkurban di hari-hari yang
telah disebutkan tersebut. Namun, lebih afdol kalau dikerjakan di 10 Dzulhijjah.
Dan karena hari-hari itu kita bergembira dengan berkurban, selama pelaksanaan
hari berkurban tersebut, umat Islam dilarang berpuasa (hari Tasryk). Sungguh, Maha
Besar Allah atas segala skenario-Nya.
Nah,
itulah beberapa alasan mengapa bulan Dzulhijjah disebut sebagai bulan yang mulia.
Dan rasanya, kurang klop deh kalo bulan istimewa tersebut tidak kita gunakan
dengan maksimal. Apalagi bulan Dzulhijjah kan hanya hadir setahun sekali. So,
berikut amalan-amalan yang dapat dilakukan selama bulan Dzulhijjah.
1.
Haji dan Umroh (bagi yang
mampu aja yah)
2. Berpuasa,
puasa yang dimaksud ialah puasa pada 1 Dzulhijjah (yang insya
Allah besok, Sabtu, 3 Sept 2016) sampai tanggal 9 Dzulhijjah atau hari
Arafah. Namun jika berat melaksanakan selama itu, maka boleh pada hari Arafah
saja.
3. Sering-sering
berdoa. Ingat yah, doa adalah ibadah yang perfect
menurut penulis. Bayangin, kalo doa kita terkabul kita kan senang, kalo gak
terkabul yah gak usah khawatir, doa yang tidak terkabul itu, insyah Allah
akan menjadi hujjah di akhirat nanti yang dapat menjadi penolong kita.
4.
Perbanyak shalat sunnah. Ada
banyak shalat sunnah. Shalat sunnah Rawatib, Duha, Witir, Tahajjud dapat kita
lakukan. Dan yang pernah saya dengar, khusus untuk shalat rawatib sebelum
Shubuh, lebih baik dari bumi dan seisinya. Jadi, jangan malas-malas shalat
sunnahnya.
5. Memperbanyak
dzikir. Kita dapat bertakbir, bertahmid,
bertasbih dan lain sebagainya. Perlu ditahu nih, dzikir ini adalah ibadah yang
paling mudah dan murah. Kita dapat melakukannya dimana saja dan tanpa biaya alias gratis. Terus gimana kalo kita sedang di WC. Dzikir dibolehkan dalam keadaan tersebut jika dilakukan dalam hati. Gampang kan?
6. Sedekah. Penulis punya
program nih untuk kalian yang mau ngejalanin nih ibadah. Kita dapat melakukan
sedekah ini dengan mencicilnya. Misalnya sehari 500 atau 1000 rupiah perhari,
tapi itu harus konsisten yah. Ingat yah, Allah lebih suka yang sedikit namun
konsisten pengerjaannya. Sedekah yang jarang dan banyak tidak sebanding deh
dengan yang sedikit tapi konsisten.
7.
Berkurban. Nah, ibadah
inilah yang cukup identik dengan bulan Dzulhijjah. Buat kalian-kalian yang akan berkurban, jangan memotong kuku dan rambut dulu yah sebelum kurban dilaksanakan. Hal tersebut adalah perintah sekaligus larangan Allah. Kedua kegiatan
itu sebaiknya dilakukan setelah berkurban.
Nah, itulah tadi kemuliaan dan amalan yang dapat dilakukan selama
bulan Dzulhijjah. Sekedar informasi saja yah, informasi ini tidak murni berasal
dari diri penulis pribadi, melainkan dari Guru dan Ustadz saya, teman-teman dan blog-blog
lain (terutama blog Riyadhul Quran: http://riyadhulquran.com/keutamaan-4-bulan-haram-dzulqadah-dzulhijjah-muharram-dan-rajab/ yang saya copas hadistnya). Semoga bermanfaat yah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar