Jumat, 02 September 2016

Kemuliaan dan Amalan di Bulan Dzulhijjah

Marhaban ya Dzulhijjah!
            Alhamdulilah, amat patut kita syukuri, hari ini merupakan akhir dari bulan Dzulqo’dah yang berarti akan dilanjutkan dengan bulan Dzulhijjah. Untuk lebih jelasnya, mari lihat kalender Hijriah berikut.

Berdasarkan kalender Hijriah-Masehi tersebut, 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 2 Sept 2016, yaitu setelah matahari tenggelam. Perlu diketahui nih, hari baru pada penanggalan Hijriah itu dimulai pada tenggelamnya matahari. Misalnya, hari ini hari Senin, terus pas nanti udah Magrib (matahari tenggelam) berarti hari telah berganti Selasa. Berbeda dengan hari pada penggalan Masehi yang dimulai pada terbitnya matahari.
Lalu apa istimewanya sih bulan Dzulhijjah? Kan sama saja dengan berakhirnya bulan Agustus terus berlanjut ke bulan September di kalender Masehi, sama saja kan? Cuma perpindahan bulan?
            Hei! Jangan salah. Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang dimuliakan oleh Tuhan Semesta Alah, Allah Swt. Di dalam bulan Dzulhijjah ada banyak keutamaan yang disajikan Allah untuk kita. Lantas kenapa sih Bulan Dzulhijjah disebut bulan yang mulia? Berikut penjelasannya.
1.      Bulan yang Termasuk dalam Bulan Haram
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits berikut:
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)
Bulan Dzulhijjah termasuk di dalam bulan yang diharamkan Allah. Yaitu diharamkan untuk berperang pada bulan itu maupun berbuat maksiat yang lain. Kata haram disini dapat juga dimaknakan dengan mulia, suci, agung, atau penghormatan sebagaimana penyematan kata haram pada Masjidil Haram. Untuk itu, yuk maksimalkan kebaikan di bulan Dzulhijjah dan menjauhi kemaksiatan. Perang untuk jihad fi sabilillah saja diharamkan dilakukan di bulan Dzulhijjah, apalagi hal yang memang benar-benar membawa dosa.

2.      Allah Bersumpah Pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Sumpah Allah mengenai bulan Dzulhijjah terdapat di surah Al-Fajr ayat 2, demi malam yang sepuluh. Malam yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah malam 10 terakhir Ramadhan,  ada pula yang mengatakan 10 yang pertama dari Muharram. Dan tentu ada pula yang mengatakan 10 malam pertama Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah termasuk dalam penafsiran ayat tersebut. Perlu kita ketahui, jika Allah bersumpah pada ciptaannya, maka ciptaan itu mempunyai keistimewaan. Maka barang tentulah bulan Dzulhijjah mempunyai keistimewaan yang setara dengan 10 malam terakhir Ramadhan atau bahkan lebih (penulis tidak tahu pastinya).

3.      Merupakan Hari-Hari yang Khusus untuk Berdzikir
Sahabat Rasulullah, salah satunya Abu Hurairah, semenjak masuk 1 Dzulhijjah beliau ke pasar sambil melafalkan dzikir Allahuakbar secara berjamaah bersama sahabat-sahabat lainnya. Namun khusus untuk kita, kita dapat melakukannya secara individual dan tanpa perlu dilisankan. Misalnya saja saat kita berjalan menuju masjid, mengendarai kendaraan, atau mungkin juga di jeda-jeda istirahat kita dapat berdzikir dalam hati.

4.      Di Dalam Dzulhijjah Terdapat Hari-Hari Istimewa
Hari istimewa pertama yang terdapat di bulan Dzulhijjah ialah Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah. Di hari ini kita dianjurkun berpuasa bagi yang tidak berhaji/umroh. Sementara untuk yang berhaji/umroh diharamkan untuk  berpuasa pada hari tersebut karena akan mengganggu prosesi ibadah haji/umroh. Adapaun pahala yang didapat jika kita berpuasa Arafah ialah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Masya Allah, dengan puasa satu hari aja dapat ngehapus dosa dua tahun. So, mari amalkan.
Hari teristimewa kedua ialah Hari Raya Idul Adha yang jatuh setelah Hari Arafah, 10 Dzulhijjah. Di hari ini kita akan menggelar shalat sunnah Idul Adha di tempat lapang seperti jalan, lapangan ataupun masjid. Di hari ini kita dilarang untuk melaksanakan puasa. Dan anturan mainnya sebelum shalat Id adalah tidak boleh makan, kalau sudah shalat baru boleh puas-puasin makan. Shalat hari raya ini masuk kedalam hukum sunnah yang sangat dianjurkan. Jadi, bagi yang udah baligh jangan lupa shalat Idul Adhanya yah!
Hari selanjutnya sebenarnya dapat berlangsung juga di Hari Raya Idul Adha, yaitu hari berkurban. Hari ini berlangsung selama empat hari, yaitu 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Bagi Muslim/Muslimah yang mampu, dapat berkurban di hari-hari yang telah disebutkan tersebut. Namun, lebih afdol kalau dikerjakan di 10 Dzulhijjah. Dan karena hari-hari itu kita bergembira dengan berkurban, selama pelaksanaan hari berkurban tersebut, umat Islam dilarang berpuasa (hari Tasryk). Sungguh, Maha Besar Allah atas segala skenario-Nya.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa bulan Dzulhijjah disebut sebagai bulan yang mulia. Dan rasanya, kurang klop deh kalo bulan istimewa tersebut tidak kita gunakan dengan maksimal. Apalagi bulan Dzulhijjah kan hanya hadir setahun sekali. So, berikut amalan-amalan yang dapat dilakukan selama bulan Dzulhijjah.

1.      Haji dan Umroh (bagi yang mampu aja yah)
2.     Berpuasa, puasa yang dimaksud ialah puasa pada 1 Dzulhijjah (yang insya Allah besok, Sabtu, 3 Sept 2016) sampai tanggal 9 Dzulhijjah atau hari Arafah. Namun jika berat melaksanakan selama itu, maka boleh pada hari Arafah saja.
3.    Sering-sering berdoa. Ingat yah, doa adalah ibadah yang perfect menurut penulis. Bayangin, kalo doa kita terkabul kita kan senang, kalo gak terkabul yah gak usah khawatir, doa yang tidak terkabul itu, insyah Allah akan menjadi hujjah di akhirat nanti yang dapat menjadi penolong kita.
4.      Perbanyak shalat sunnah. Ada banyak shalat sunnah. Shalat sunnah Rawatib, Duha, Witir, Tahajjud dapat kita lakukan. Dan yang pernah saya dengar, khusus untuk shalat rawatib sebelum Shubuh, lebih baik dari bumi dan seisinya. Jadi, jangan malas-malas shalat sunnahnya.
5.    Memperbanyak dzikir. Kita dapat bertakbir, bertahmid, bertasbih dan lain sebagainya. Perlu ditahu nih, dzikir ini adalah ibadah yang paling mudah dan murah. Kita dapat melakukannya dimana saja dan tanpa biaya alias gratis. Terus gimana kalo kita sedang di WC. Dzikir dibolehkan dalam keadaan tersebut jika dilakukan dalam hati. Gampang kan?
6.  Sedekah. Penulis punya program nih untuk kalian yang mau ngejalanin nih ibadah. Kita dapat melakukan sedekah ini dengan mencicilnya. Misalnya sehari 500 atau 1000 rupiah perhari, tapi itu harus konsisten yah. Ingat yah, Allah lebih suka yang sedikit namun konsisten pengerjaannya. Sedekah yang jarang dan banyak tidak sebanding deh dengan yang sedikit tapi konsisten.
7.      Berkurban. Nah, ibadah inilah yang cukup identik dengan bulan Dzulhijjah. Buat kalian-kalian yang akan berkurban, jangan memotong kuku dan rambut dulu yah sebelum kurban dilaksanakan. Hal tersebut adalah perintah sekaligus larangan Allah. Kedua kegiatan itu sebaiknya dilakukan setelah berkurban.


Nah, itulah tadi kemuliaan dan amalan yang dapat dilakukan selama bulan Dzulhijjah. Sekedar informasi saja yah, informasi ini tidak murni berasal dari diri penulis pribadi, melainkan dari Guru dan Ustadz saya, teman-teman dan blog-blog lain (terutama blog Riyadhul Quran: http://riyadhulquran.com/keutamaan-4-bulan-haram-dzulqadah-dzulhijjah-muharram-dan-rajab/ yang saya copas hadistnya). Semoga bermanfaat yah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jengkel dengan Jerawat? Hindari 4 Kebiasaan yang Memperburuk Jerawat

sumber:  barusip.blogspot.co.id Pemuda-pemudi tentu sangat mengenal yang namanya jerawat. Betapa tidak, sedikit dari kaum muda yang b...